Caption: Para Ibu-ibu dari KKK mengikuti Sosialisasi Program MBG di Kampus ASMI Jaktim Jumat 21/03/2025. Suaranetizennews – Dalam rangka mensukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Yayasan Kampus IBM ASMI mengumpulkan Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Jabodetabek serta mengundang SPPG- Mitra Badan Gizi Nasional, guna mensosialisasikan teknis pelaksanaan Program MBG di wilayah Jakarta Timur, bertempat di Aula Rie Rie Kampus IBM ASMI pada hari Jumat 21/03/2025.
Sosialisasi yang digelar di Kampus IBM ASMI Jalan Perintis Kemerdekaan Jakarta Timur tersebut, dihadiri ratusan para Ibu-ibu dari KKK. KKK adalah Organisasi Paguyuban besar, yang beranggotakan masyarakat yang berasal dari Menado Sulawesi Utara.
Tampil sebagai pembicara utama adalah Mayor Jenderal TNI (Purn) Lodewyk Pusung Ketua Dewan Pembina KKK yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Gizi Nasional sebagai pelaksana Program MBG nasional.
Dalam paparannya, Mayjen Lodewyk mengatakan suplay bahan Makan Bergizi Gratis akan dipasok secara lokal. Keterlibatan TNI menurutnya sebagai mitra operasional sangat penting, mengingat TNI memiliki struktur yang menjangkau hingga lapisan masyarakat bawah.
Keterlibatan TNI lanjut Mayjen Lodewyk, berperan sebagai mitra operasional dan kebijakan menyiapkan lahan. Pihak lain yang akan banyak terlibat di desa adalah pihak Kampus, koperasi dan BUMDes, dan yayasan pendidikan.
Sementara itu Angelica Tengker Ketua Umum KKK yang juga sebagai Ketua YLPG mengatakan sosialisasi program MBG menjadi program prioritas pemerintah sekarang ini. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan petunjuk teknis pelaksanaan MBG.
“Pelaksanaan MBG ini kan harus secara komprehensif dipersiapkan. Termasuk juga tadi dijelaskan pihak BGN, bagaimana mempersiapkan tenaga-tenaga terdidik yang bisa menjalankan Dapur Program MBG ini,”ujarnya.
Angelica mengatakan, selain mempersiapkan dapur, kampus ASMI juga akan mempersiapkan tenaga kerja, setelah koordinasi dengan pihak BGN. “Kami dari Kampus ASMI, akan mempersiapkan tenaga kerja. Tentunya tenaga kerja ini akan diberi pembekalan oleh BGN,” tambahnya.
Angelica menggaris bawahi bahwa dalam penyediaan makanan bergizi di Dapur, akan dikoordinir oleh tiga orang tenaga terampil. “Syarat-syarat untuk pelaksanaan memasak di dapur, tadi dijelaskan harus ada tiga orang terampil yang selalu ada. Tiga orang ini tentunya tidak sembarangan. Karena mereka terlebih dahulu diberikan pembekalan oleh BGN. “Nah, kami dari kampus akan mempersiapkan tiga orang tenaga terampil ini,”tambahnya.
Angelica menambahkan bagi yang berminat bekerja di Dapur MBG, selain terampil mereka juga kami persiapkan bisa kuliah sambil bekerja. “Jadi harapan kami, selesai bekerja dia juga bisa mendapatkan gelar sarjana di kampus ASMI,” ujarnya.
Ditanya apakah pihak kampus sudah mempersiapkan dapur untuk penyediaan Program MBG, Angelica mengatakan tentang penyediaan dapur, semuanya sesuai standar yang ditetapkan PGN.
Dikatakan Angelica, pihak BGN sudah meninjau lokasi dapur yang telah dipersiapkan Kampus ASMI.
Menurut pihak BGN sebagaimana disampaikan Angelica, titik Dapur untuk wilayah Pulomas Jakarta Timur, kebetulan lokasi kampus ASMI termasuk sangat strategis, karena di sekitar wilayah ini ada banyak sekolah dan banyak siswanya.
Kapasitas produksi dapur ditargetkan paling tidak bisa mencapai 3000-3500 kotak/hari dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 40 orang.
Mereka yang diutamakan bekerja di dapur MBG adalah terutama lulusan SMK jurusan masak memasak. (Yatin)