Data jumlah pengiriman narkoba dari Malaysia yang masuk ke Jakarta sepanjang Tahun 2026. Suaranetizennews,–Pertanyaanya sederhana, Kepentingannya apa, koq tiba-tiba Warga Malaysia Order GrabFood ke Jakarta? (Kita bukan negara Somalia yang kelaparan!)
Lantas Mengapa pilot Malaysia Airlines berulang kali lolos membawa 25Kg jenis ekstasi jelang Agustus 2026?
Sumber Suaranetizennews, seorang mantan pejabat cyber Badan Intelijen Indonesia (BIN) membocorkan, ada gerakan pengiriman narkoba besar-besaran dan akan terjadi banjir orderan GrabFood dari negara tetangga Malaysia untuk mengumpulkan ribuan supir ojol di lokasi titik demonstrasi.

Sumber itu pun meminta, semestinya pemerintah bisa menutup orderan GrabFood dari manca negara. Apalagi tahun lalu faktanya telah terungkap, banjir orderan GrabFood dari warga Malaysia dilakukan pada hari H demostrasi, yang lokasi pengantarannya tidak lain yaitu ke titik lokasi demonstrasi Gedung DPR RI Senayan.
Flashback Demo Besar-besaran Akhir Agustus 2025 lalu
Saat gelombang demonstrasi meluas di berbagai kota Indonesia pada 29–31 Agustus 2025, banyak pengemudi ojek online (ojol) mengeluh pesanan menurun drastis karena jalanan sepi dan aktivitas warga terbatas.
Namun keadaan berubah menakjubkan: ribuan pesanan makanan lewat GrabFood justru melonjak tajam, dan sebagian besar datang dari warga Malaysia.
Semuanya bermula dari unggahan akun X (Twitter) @sighyam pada 30 Agustus 2025, yang memberi tahu bahwa aplikasi Grab ternyata bisa dipakai memesan makanan lintas negara di Asia Tenggara. Dia pun mengajak warga Malaysia dan negara lain memesan makanan, lalu meminta pengantarnya menikmati atau membagikan makanan itu secara cuma-cuma kepada sesama pengemudi di titik lokasi Demonstrasi Gedung DPR.
Gerakan ini lalu dikenal dengan tagar #fromMalaysiaToIndonesia dan #SEAblings, yang dengan cepat menyebar ke Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, hingga Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.
Yang terjadi kemudian, banjir pesanan yang mengharukan datang dari warga Malaysia.
Banyak pengemudi, awalnya mengira mendapat pesanan palsu. Ternyata benar adanya: warga Malaysia memesan ratusan bungkus nasi uduk, ayam geprek, air minum, telur, bahkan perlengkapan P3K, lalu menuliskan pesan menyentuh hati: “Makanlah yang kenyang, semangat terus untuk Indonesia”.
Bahkan diketahui, ada warga Malaysia yang memesan sekaligus 320 porsi nasi uduk senilai lebih dari Rp16 juta.
Pihak Grab Indonesia membenarkan lonjakan itu terjadi terutama pada 30–31 Agustus 2025, dengan ciri khas banyak pesanan datang dari nomor telepon berkode negara asing.
Tyas Widyastuti, Direktur Mobilitas, Makanan & Logistik Grab Indonesia, menyampaikan rasa terima kasih: “Kami tidak menyangka dukungan luar biasa datang dari dalam maupun luar negeri. Ini bukti nyata kehangatan persaudaraan bangsa serumpun”. Grab kemudian meluncurkan fitur “Traktir Pengemudi” agar warga asing lebih mudah memesan makanan khusus untuk para pengemudi ojol.
Hhmmm..Bagi warga negara awam, cara menanggapinya seperti yang diatas tersebut. Namun bagi warga negara yang paham betul soal kedaulatan, dibenaknya akan muncul pertanyaan, mengapa warga Malaysia tiba-tiba berbaik hati membuat ratusan bahkan ribuan orderan makanan yang ditujukan ke lokasi demo? Jawaban cerdasnya adalah, ada campur tangan asing untuk menggerakan dan mengumpulkan ribuan supir ojol di satu titik lokasi unjukrasa.
Pengiriman Narkoboy Besar-besaran dari Malaysia
Direktorat Bea dan Cukai mencatat sepanjang tahun 2026, terungkap 300 kasus pengiriman narkoba lewat Bandara Soekarno–Hatta dari Malaysia.
Yang paling menyita perhatian publik pada tanggal 28–29 Juli 2026 kemarin, Bea Cukai Soekarno–Hatta dan Bareskrim Polri menangkap pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman (39) saat mendarat rute Kuala Lumpur–Jakarta.
Didalam koper pelaku, ditemukan 14 bungkus besar berisi 70.114 butir ekstasi seberat 25.194 Kg serta 4 gram sabu, nilainya perkirakan Rp160 miliar.
Dia mengaku dijanjikan upah 50.000 Ringgit (sekitar Rp220 juta) dan mengaku sudah tiga kali menjalankan tugas serupa.
Awal bulan Agustus ini, Operasi gabungan Bea Cukai, Bareskrim, dan Densus 88 menggagalkan penyelundupan sekitar 80 kg sabu dan 5.200 butir ekstasi lewat jalur laut menuju pelabuhan Tanjung Priok.
Dalam waktu sepekan terakhir, bahkan total ada lima warga negara Malaysia ditangkap di Bandara kedatangan Soekarno-Hatta karena membawa narkoba.
Catatan Redaksi
– Berita pengiriman Narkoboy asal Malaysia tersebut diatas adalah kasus yang ketahuan, sedangkan yang belum diketahui mungkin masih banyak. Sebab dalam sehari, ada sebanyak 25-30 kali penerbangan dari Kuala Lumpur ke Bandar Soekarno-Hatta.
– Direktorat Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta sudah semestinya memperketat pemeriksaan barang kru pesawat dari Malaysia ke Jakarta.
-Flashback demonstrasi akhir Bulan Agustus 2025 lalu, dari ratusan pendemo yang rusuh yang berhasil ditangkap, sebanyak 120 orang positif narkoba.
-Kesimpulan: Pengiriman Narkoboy dan dugaan Banjir Order Grabfood dari Malaysia, diduga sebagai bentuk campur tangan asing menggerakan demonstrasi bulan Agustus Tahun 2026 ini.
Penulis: Junaidi P.Hasibuan