Ngobrol santai dengan Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI, Ketika ditemui di Gedung DPR RI Nusantara I Senayan Jakarta. Suaranetizennews,- Bertemu Abanganda yang satu ini, serasa bertemu kawan ataupun sahabat lama. Gaya bicaranya yang hangat dan humble, seolah menempatkan kita sebagai rekan sebaya dengannya.
Umumnya seorang politisi kerap mendominasi pembicaraan. Namun tidak bagi pria kelahiran kota Kembang ini. Dia justru tidak terlalu suka mendominasi pembicaraan. Baginya, menjadi pendengar yang baik, terkadang memang menjadi pilihan yang bijak untuk menyerap dan memahami perkataan orang lain.

Boleh dikata, lantaran gaya komunikasinya yang humble itulah, semakin menunjukan kewibawaannya sebagai seorang politisi newmind di era kekinian. Maka wajar saja, jika ada yang menjulukinya sebagai seorang sosok mastermind politisi yang piawai merangkul semua golongan.
Boleh jadi, karena kematangannya itupulalah Presiden Prabowo mempercayakan dua jabatan vital sekaligus kepadanya, yaitu mengemban tugas sebagai Ketua Harian Partai Gerindra sekaligus menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Dia adalah Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI, seorang mantan aktivis, akademisi plus politisi Partai Gerindra. Sosoknya kerap menjadi buah bibir lantaran memiliki peran vital di lintas partai pendukung, bahkan sampai ke partai oposisi.
Ketika Suaranetizennews menanyakan, bagaimana kabar dan kesibukannya, sembari tersenyum dia menjawab; “Ya beginilah,..ternyata pemenang Pilpres itu, PR-nya banyak,”ujarnya sambil tertawa kecil, ketika di temui di Gedung DPR RI Nusantara I, Kamis 31/07/2025 kemarin.
Menanggapi munculnya berita miring yang bertujuan memframing dirinya, Dasco pun terlihat santai menyikapinya. “Biasalah, kita inikan baru sebagai partai pendukung. Tentunya ada yang senang, ada juga yang tidak, itu hal yang biasa,”katanya sembari tersenyum adem.
Bang Dasco paham betul, mana hal yang mesti dia jelaskan, mana yang tidak harus dia jelaskan. Apalagi yang ditanyakan bukan soal tupoksinya, plus tidak pula dia pahami detail persoalannya. “Ada yang lebih berkompoten menjawab hal itu Dinda,”ujarnya ketika ditanya soal mengapa pemerintah tidak menjelaskan secara lengkap tentang isi MoU antara Presiden USA Donal Trum dan Presiden Prabowo.
Namun Dasco tak menapikan, publik memang wajar ingin mengetahui isi MoU 19 persen bea masuk dari negeri Paman Syam itu. Karena itulah dia mengaku telah meminta Menko Perekonomian Air Langga Hartarto untuk menjelaskan hal itu kepada media. “Pemerintah memang harus menjelaskan itu. Dan saya sudah minta Menko Perekonomian Air Langgga untuk menjelaskan hal itu melalui media,”katanya.
Dasco terlihat lebih serius, ketika ditanya soal wacana pemilihan kepala daerah, diusulkan kembali dipilih DPRD.
Pria bergelar Profesor yang saat ini menjabat Rektor Universitas Kebangsaan Republik Indonesia ini meminta, agar semua pihak memaklumi bahwa wacana itu baru sebatas ide seorang presiden, dengan semangat yang dilandasi efisiensi anggaran.
Secara pribadi, bukan atas nama Partai, Dasco berpendapat seandainya wacana itu dilaksanakan pada tahun 2029, maka Partai Gerindra akan menjadi partai yang mengalami banyak kekalahan suara yang signifikan.
“Maka kalau saya ditanya presiden soal itu, Pak kalau wacana pilkada dikembalikan ke DPRD Bapak setujui, kita akan kalah banyak pemili 2029, jawaban itu yang akan saya sampaikan ke presiden,”terangnya.
Dasco memang tidak menapikan bahwa biaya pilkada itu sangat mahal. Namun dia mengatakan hal itu justru menggerakkan ekonomi daerah. “Namanya juga panen raya (masa pilkada), ekonomi kerakyatan berjalan juga, semisal bidang usaha reklame, percetakan, media dan penyangi dangdut. Pesta demokrasi lima tahunan, jangan salah, multi efeknya player ekonomi di daerah itu bergerak juga loh,”tambahnya.
Dia menambahkan, manakala Pilkada masih ada kelemahan semisal money politik, program bupati kurang efektif, tentunya lambat laun akan dievaluasi dan diperbaiki.
Tentang ekonomi yang belum membaik dan daya beli masyarakat yang menurun, Dasko juga tidak memungkiri hal itu.
Menurutnya, selain faktor ekonomi global, rendahnya penyerapan anggaran di beberapa Kementerian turut menjadi penyebab.
Dasco mencontohkan, penyerapan anggaran di Kementerian Pekerjaan Umum masih 25 persen. “Padahal ini sudah bulan Agustus, mestinya penyerapan anggarannya diatas 50 persen,”katanya.
Karena itulah, Dasco mengatakan dari DPR, sudah meminta kepada menteri, agar penyerapan lebih dipercepat lagi. “Kami dari DPR sudah meminta agar penyerapan anggaran di kementerian lebih dipercepat lagi, supaya perekonomian kita bisa lebih bergairah lagi,”jelasnya.
Usai ngobrol santai, Dasco mengaku harus berangkat ke Istana ditunggu Presiden Prabowo. “Terimakasih Dinda, maaf saya ga banyak waktu, kita sambung kapan-kapan yah,”ujarnya.
Karena segera harus berangkat ke Istana, Dasco pun segera menuju lif Lantai III di Gedung DPR RI Nusantara I. Melihat kami yang hendak turun juga, Dasco tak sungkan mengajak satu lif dengannya. “Hayuk sama-sama kita satu lif turun,”ujarnya sambil mengajak kami masuk lif bersamanya.
(JunHsb-RH)