Biang Kerusuhan Multi Effect Frustasi Rezim Lama

waktu baca 5 menit
Senin, 1 Sep 2025 02:57 125 Suara Netizen

Suaranetizennews,- Kerusuhan yang pecah di Jakarta memicu perdebatan luas di ruang publik. SIAPA sesungguhnya dalang yang mensponsori kerusuhan ini?

Ferry Irwandi Youtuber ternama melalui unggahan di Threads menilai pemerintah bersama aparat intelijen sangat perlu menelusuri pihak-pihak yang pertama kali menyebarkan isu pemicu kerusuhan di media sosial.

banner 600x600

Menurutnya, akun-akun tertentu berperan sebagai provokator penyebar awal narasi yang kemudian meluas menjadi aksi massa. Dia menyebut menyebut akun X/ Twitter seperti @Heraloebss, @tekarok007, @Ndrewstjan, dan @mas_veel adalah sebagai pihak yang pertama menghembuskan seruan massa turun ke jalan hingga memicu gejolak dan kerusuhan.

Naifnya, dahulu akun-akun ini aktif menyerang para pendemo yang aktif mengkritik Pemerintahan Jokowi. Sebut saja dalam gerakan demonstrasi soal undang-undang Omnibuslaw, RUU KUHAP dan kontraversi pembangunan IKN.

Berdasarkan analisa itu, Ferry Irwandi pun memberi saran kepada presiden Prabowo dan intelejen, ketika hendak mencari siapa dalang semua kerusuhan ini,  jawabannya menurut Ferry adalah “Telusuri saja akun mereka,  cari siapa pemberi kerjanya,” tulisnya di Threads, pada hari Minggu (31/8).

“Mereka adalah pihak-pihak pertama yang menghebuskan semua kerusuhan ini,” tambahnya melalui akun IG-nya.

Sekali lagi, SIAPA DALANG KERUSUHAN?
Narasi yang dibangun adanya campur tangan asing adalah nonsense(omong kosong) dan menyesatkan. “Kepada intelejen saya laporkan, Klu (petunjuk)-nya bukan dari asing Pak, tapi dari lingkaran kekuasaan itu sendiri Pak,”tandas Ferry.

Dalang kerusuhan ini adalah dari pihak-pihak yang sedang bercokol di Kabinet Merah Putih. “Dari tamaknya, dari keserakahan, rasa sakit hati, dan dari rasa ingin lebih kuat dan lebih powerful,”tegas Ferry.

Ferry mengatakan, Intelejen bisa menelusuri algoritma komunikasi berantai elektronik pemberi kerja kepada akun-akun yang dia sebutkan diatas.

Akun-akun Twitters itu menurut Ferry jelas, siapa yang mereka dukung, siapa yang mereka serang selama ini, siapa yang mereka fitnah dan doxing kepada orang-orang yang bertentangan dengan mereka. “Itu ada ituh, siapa instansi yang sering mereka bela, siapa yang mereka serang,”ujar Ferry melalui youtube chanelnya  “ferry irwandi.”

Itulah antara lain alasan mengapa akun-akun itu harus ditelusuri, jika memang pemerintah bener-bener serius ingin mencari siapa dalang dibalik kerusuhan dalam beberapa hari minggu ini.

Hari-hari ini kita semua telah melihat betapa bringasnya massa yang tidak jelas melakukan pembakaran dan penjarahan. Kita melihat semua pihak-pihak yang bermain, entahkah itu rezim sebelumnya, entahkah itu pendukung capres yang kalah, entahkah itu pengusaha yang mau diadili. Namun, satu hal yang pasti, massa yang melakukan kerusuhan hari-hari belakangan ini, bukan masyarakat Jakarta, bukan buruh, bukan pula mahasiswa, bukan koalisi masyarakat sipil yang memulai semua  gerakan kerusuhan ini.

Pada hari Minggu tanggal 31 Agustus ini, ada satu goals yang ingin dicapai si pencipta kerusuhan, yakni menciptakan situasi negara dalam keadaan darurat militer. Mengapa demikian?  Karena dengan status militer, kekuasan mereka akan semakin melebar. Bukan soal tindakan kekerasan, bukan soal tindakan pengamanan, bahkan aksi perampasan asset  negara pun bisa mereka hilangkan, lantaran kondisi negara dalam keadaan darurat militer.

Satu hal yang pasti, rencana darurat militer ini membutuhkan elemen penting yaitu aksi massa yang masif dengan jumlah yang sangat besar.  TUHAN memang tidak merestui gerakan ini, terbukti masyatakat Kota Jakarta selama empat hari ini tidak terpancing untuk ikut turun ke jalan.

Mari kita lihat ketika ada akun yang menyuarakan agar mahasiswa pulang kerumah,  maka seketika akun itu akan diserang habis oleh ribuan akun-akun anonim palsu dan foto tidak jelas, yang nota bene disutradari  oleh para buzzer bayaran. Ribuan Akun tiktok dan medsos tidak jelas ini setiap hari menyerukan agar masyarakat turun ke jalan. “Inilah yang disebut cipta kondisi”

Sampai disini, netizen akal sehat mestinya sudah sangat paham  bagaimana cara kerja mereka?
Nah, bagaimana kita melawan mereka? Apakah dengan cara turun kejalan membawa senjata parang, mengusir para massa yang tidak jelas itu? Tentu tidak.
Cara melawan mereka agar mereka  kewalahan adalah dengan KESADARAN dan AKAL SEHAT.

Kesadaran kita sebagai warga negara yang berakal sehat, memahami taktik mereka, memahami strategi cara kerja mereka yang tidak ingin negara-negara ini baik-baik saja. Senjata ampuh kita adalah otak dan akal sehat kita menggunakan teknologi smartphone ditangan kita.

“AKAL SEHAT VS AKAL BULUS” mari merenung, kita  berada di pihak akal mana? Tentunya di pihak akal sehat, karena di negeri kita tercinta ini masih senantiasa dimayoritasi oleh rakyat yang berakal sehat, yang menginginkan negeri kita semakin maju.

Doa rakyat Indonesia yang berakal sehat pada hari Minggu 31 Agustus ini justru telah diijabah oleh Allah SWT. Sebab, massa yang mereka siapkan lebih besar lagi jumlahnya pada hari minggu ini,  ternyata tidak datang dan tidak terpenuhi. ALHAMDULILLAH, Tangan Tuhan ikut campur dalam kejadian hari ini yang tidak mengizinkan negeri kita ini dalam keadaan darurat militer.

Kepada Presiden Prabowo dan para menteri yang berakal sehat, masa depan pemerintahan ini ada ditangan Anda. Mayoritas warga Jakarta dan masyarakat Indonesia yang berakal sehat, berada pada posisi mendukung penuh sikap dan ketegasan Bapak Presiden untuk membersihkan tikus-tikus koruptor yang menyengsarakan rakyat Indonesia.

Terakhir, tolong lepaskan wartawan TV One Leo Candra yang sedang bertugas menjalankan tugas jurnalis.
Kita semua tentunya mendoakan agar situasi negara ini baik-baik saja, dan akan terus baik dan akan baik-baik saja, Amin!!!!

Redland(s)
1 September 2025
Pemimpin Redaksi

LAINNYA
error: Content is protected !!