Ignatius Jonan memberikan keterangan pers usai bersua Presiden Prabowo di Istana Negara. Suaranetizennews,- Siapa yang tak kenal dengan pria asli berdarah Tionghoa ini. Pria bermarga Yo ini, adalah tokoh yang merevolusi infrastruktur dan pelayanan Kereta Api Indonesia, dari semula kotor dan kumuh, menjadi bersih, nyaman dan manusiawi.
Semasa menjabat Menteri Perhubungan Tahun 2014, Ignatius Jonan adalah orang yang keras menolak pembangunan proyek kereta api cepat Jakarta Bandung. Dia memilih opsi pembangunan rel kereta di Kalimantan, Sulawesi dan Papua, agar pembangunan insfrastruktur tidak melulu mengutamakan pulau Jawa.

Nah, kemarin Selasa 04/11, Ignatius Jonan dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana, terkait penyelesaian hutang piutang PT.KAI akibat Operasional Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoos yang belakangan disorot lantaran tidak mampu membayar hutang ke investor Tiongkok.
Selama dua jam berdiskusi dengan PresidenPrabowo, Jonan mengatakan kebijakan serta program-program Presiden Prabowo Subianto sangat berorientasi pada pemerataan ekonomi, perlindungan terhadap kelompok masyarakat kecil, dan berkeadilan sosial.
“Program-program Bapak Presiden itu, sifatnya lebih soal kerakyatan dan memiliki keperpihakan kepada keadilan sosial. Misalnya MBG (Makan Bergizi Gratis), ada Kopdes (Koperasi Desa) Merah Putih, lalu Sekolah Rakyat,” kata Jonan usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara.
Menurut Jonan, berbagai program yang diinisiasi Prabowo memiliki efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Program MBG, misalnya, tidak hanya memberikan asupan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi petani dan peternak, serta menciptakan lapangan kerja baru.
“Multiplier effect-nya menurut saya akan tumbuh secara perlahan,” kata Jonan.
Jonan diundang ke Istana Negara untuk berdiskusi dengan Presiden selama sekitar dua jam. Pertemuan tersebut membahas arah kebijakan pemerintah, khususnya program-program yang menekankan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.
“Kami sebenarnya meminta waktu untuk sharing lah sebagai rakyat, sebagai warga negara. Kami berdiskusi tentang program-program yang dijalankan oleh beliau selama ini,” kata mantan Dirut KAI ini.
Jonan juga menyampaikan apresiasi terhadap sikap Presiden Prabowo yang terbuka terhadap pandangan dan masukan dari berbagai kalangan, termasuk dirinya sebagai warga negara biasa.
“Puji Tuhan, beliau berkenan mendengarkan, berdiskusi, dan menerima beberapa masukan,” kata Jonan.
Selain itu, Jonan juga memuji kiprah pemerintahan Presiden Prabowo di bidang diplomasi luar negeri serta penguatan peran Badan Usaha Milik Negara.
Penulis:
Junaidi P.Hasibuan