Kolase Sjafrie Sjamsoeddin dan Sufmi Dasco Ahmad, dua tokoh penting di Pemerintahan Prabowo. Macan Asia Melawan Mafia
Part I
Suaranetizennews,- Ibarat tim sepak bola, ada tiga pemain penting yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto untuk meladeni perlawanan tim sepakbola yang ingin mengalahkan negara.

Setahun memimpin Pemerintahan, Presiden yang dijuluki macan asia ini hanya mengandalkan tiga pemain, yakni wing bek kanan, wing bek kiri dan bek tengah sekaligus striker andalan, Purbaya Yudi Sadewa Menteri Keuangan. Sementara posisi wing kiri dan wing kanan diisi Menhan Safrie Sjamsoeddin dan Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI.
Mungkin itulah sebabnya, malahan ada netizen yang menyebut macan asia (presiden-red) hanya dikelilingi kambing-kambing di Kabinet Merah Putih, yang terlihat tidak bisa berbuat apa-apa. “Presiden Macan Asia dikeliling kambing-kambing, menteri-menteri yang tidak bisa berbuat apa2,”tulis @ronalsitorus, melalui akun X.
Meski dianalogikan sebagai kambing, namun pada kenyataannya mereka masih berani berbuat nakal mengkhianati filosofi Presiden Prabowo, yakni negara hadir untuk rakyat.
Karena itulah, Presiden telah memperingatkan kambing-kambing nakal ini dalam berbagai kesempatan. “Kalau ada 1-2 kali nakal, saya peringati. Kalau sudah 1-2 kali diperingati, masih nakal, 3 kali masih nakal, apaboleh buat, resufle, harus diganti. Karena demi negara dan rakyat Indonesia, tidak boleh ada rasa kasian (kepada menteri nakal). Yang patut dikasihan adalah rakyat Indonesia. Saya tidak apa-apa dibenci, asal rakyat saya tidak membenci saya. Kalau saya dibenci maling-maling koruptor, manipulator, penipu-penipu yang serakah, ga apa-apa.. Ga ada urusan! Saya dikasi peringatan, pak hati-hati loh pak, mereka banyak uang, mereka bisa bayar demo. Ga ada urusan, yang penting rakyat Indonesia mendukung saya, saya tidak akan ragu-ragu (mencopot) siapapun,”tegas Prabowo dalam pidatonya pada momen memperingati Hari Pahlawan Nasional pada bulan November lalu.
Kekayaan Alam Dicuri Mafia
Sementara itu, Menhan Safrie Sjamseoddin ketika memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin Makassar Sulawesi Selatan, menyampaikan betapa sedihnya nasib bangsa ini, ketika kekayaan alamnya dicuri selama 25 tahun.
“Kita menghadapi musuh dalam selimut, yang tidak menginginkan negara kita bangkit ekonominya. Itu under invoicing selama 25 tahun. Kurang lebih US$800ribu kerugian negara per tahun.280 juta jiwa rakyat Indonesia, tidak menikmati kekayaan alamnya,”ujar Safrie Sjamsoeddin dihadapan ribuan mahasiswa Universitas Hasanudin pada hari Selasa 08/12/2025.
Pidato itu menjadi viral lantaran Safrie menyinggung bandara IMIP yang bebas tanpa pengawasan aparatur negara. “Ada satu orang yang ke gep atau kepegang bawa ilegalnya, karena dia tidak sadar sudah ada penjagaan,”tambah Safri.
Begitulah sosok Safrie yang menjadi pendamping setia Presiden Prabowo dibidang pemberantasan ilegal mining. Syafrie bahkan dipercaya Presiden Prabowo mengemban tugas sebagai Ketua Satgas Penertiban Kawasan Hutan. Kinerjanya patut diapresiasi, sebab seluas 3500 hektar lahan sawit telah ditertibkan dan disita negara, karena terbukti ilegal mencuri lahan milik negara.
Dilain bidang, Presiden Prabowo juga menaroh kepercayaan tinggi kepada Sufmi Dasco Ahmad yang tampil sebagai inisiator yang mampu menyelesaikan masalah-masalah hukum, yang berpotensi menimbulkan kontraversi dan resistensi politik serta gejolak publik.
Ketua harian Partai Gerindra ini juga menjadi motor yang mampu menjembatani komunikasi politik antara DPR dan Pemerintah, plus kepentingan kelompok masyarakat banyak seperti serikat buruh.
Bagi-bagi Tugas
Pengamat geopolitik Anton Permana menjelaskan bahwa antara Sjafrie dan Dasco merupakan satu kekuatan yang mendukung penuh pemerintahan Prabowo. “Saya berpandangan, Safrie dan Dasco, justru menjadi dua kekuatan yang sangat besar, dua kekuatan penopang utama dengan tupoksi yang berbeda. Dua orang ini ibarat dua jalur rel kereta api dengan tujuan yang sama,” ucap Anton.
Anton menilai, Dasco lebih diprioritaskan untuk wilayah politik dan sipil, sedangkan Sjafrie untuk wilayah pertahanan.
“Ini hanya tektok aja. Mungkin di saat sekarang Pak Sjafrie dalam hal pemberantasan illegal mining. Tapi dalam hal komunikasi politik, masalah kebijakan-kebijakan (ada di) Dasco. Saya lihat ini dua kekuatan yang besar,” pungkasnya.
Lanjut Part II…”Aksi Sang Dewa Sikat Habis Mafia Tingkat Dewa”
Penulis :
JUNAIDI P.HASIBUAN