Libur Lebaran 2026 Dongkrak Pariwisata Nasional

waktu baca 3 menit
Sabtu, 4 Apr 2026 11:22 195 Suara Netizen

Suaranetizennews – Momentum mudik dan libur Lebaran 2026 mendorong lonjakan signifikan pergerakan masyarakat sekaligus memperkuat peran sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi nasional. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam jumpa pers di Kantor Staf Presiden (KSP) Jakarta terkait

“Dampak Idul Fitri 2026 terhadap Sektor Pariwisata dan Perdagangan”, belum lama ini, mengungkapkan total pergerakan penumpang nasional berdasarkan data Kementerian Perhubungan mencapai sekitar 147,55 juta orang, meningkat 2,53 persen dibandingkan proyeksi awal.

banner 600x600

“Sekitar 12 persen atau setara dengan sekitar 17,27 juta orang memanfaatkan momentum Lebaran tahun ini untuk melakukan perjalanan ke lokasi wisata. Meningkat dibanding tahun lalu sebesar 6,3 persen. Namun ini adalah estimasi, data riil tentu akan menunggu dari BPS, karena kami berkolaborasi dengan BPS untuk penghitungan jumlah wisatawan baik nusantara maupun mancanegara,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa.

Daya tarik wisata yang paling diminati wisatawan selama periode lebaran lalu tercatat di antaranya yaitu Malioboro di Yogyakarta dengan total 468.004 wisatawan yang berkunjung, Ancol dikunjungi sebanyak 343.623 wisatawan, kemudian diikuti dengan daya tarik wisata Ragunan, Kota Lama Semarang, Masjid Al Jabar Bandung, Pantai Pangandaran, Monas, Masjid Agung Demak, Telaga Sarangan Magetan, serta Taman Safari Indonesia Bogor.

Sementara untuk rata-rata pengeluaran wisatawan baik untuk pengeluaran per keluarga maupun per orang, jika dibandingkan tahun lalu berdasarkan data pendekatan pengeluaran masyarakat dari Kementerian Perhubungan, mengalami sedikit penurunan. Tercatat dari sekitar Rp4,95 juta menjadi Rp3,78 juta per keluarga, serta dari Rp1,2 juta menjadi Rp1,15 juta per orang.

Namun demikian, hal ini tidak mencerminkan pelemahan konsumsi, melainkan lebih karena ada perubahan pola belanja masyarakat yang menjadi lebih efisien dan terdistribusi yang salah satu utamanya adalah ke tempat wisata. “Dengan meningkatnya jumlah pelaku perjalanan wisata, total pengeluaran pada sektor pariwisata mengalami kenaikan dari sekitar Rp11,04 triliun pada 2025 menjadi Rp19,86 triliun pada 2026. Hal ini menunjukkan ada pergeseran dari konsumsi berbasis rumah tangga menjadi konsumsi berbasis pengalaman, khususnya pada sektor pariwisata,” ujar Wamenpar.

Secara keseluruhan, peningkatan aktivitas ekonomi ini didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik, serta kecenderungan berwisata bersama keluarga. Mobilitas tersebut mendorong peningkatan konsumsi lintas sektor, khususnya transportasi, kuliner, UMKM di daerah tujuan, serta akomodasi.

“Dengan demikian, momentum Lebaran tidak hanya menjadi tradisi sosial tahunan, tetapi juga berperan sebagai salah satu motor utama penggerak ekonomi nasional, yang semakin mengarah pada penguatan sektor pariwisata sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” katanya.

Kementerian Pariwisata secara khusus juga melakukan pemantauan jumlah kunjungan wisatawan ke 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR).  Realisasi pergerakan penumpang ke 10 DPP periode Lebaran 2026 sebesar 6,66 juta pergerakan, mengalami peningkatan sebesar 13,74 persen dibandingkan periode Lebaran 2025 (5,86 juta pergerakan).

Ridho H

 

LAINNYA
error: Content is protected !!