Menyambut dua tahun pemerintahan Prabowo, Komunitas Melek Politik menyerap aspirasi, kritik, dan masukan masyarakat sambil bagi-bagi buku di Taman Ayodya, Blok M, Jakarta Selatan Sabtu 17/10/2026 kemarin. Suaranetizennews,–Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membuka ruang bagi masyatakat Indonesia yang ingin mengkritisi dan mengevaluasi pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah.
Ruang aspirasi tersebut dimotori oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama Komunitas Melek Politik (KMP).

Sabtu 17/10/2026, KMP mengadakan kegiatan di Taman Ayodya, Blok M, Jakarta Selatan Sabtu 17/10/2026. Dalam kegiatan nonformal tersebut, KMP mencoba menyerap aspirasi, kritik, dan masukan masyarakat terhadap pelaksanaan program pemerintah sambil membagi-bagikan buku bertajuk Presiden Solusi dan Strategi Transformasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045.
KMP mengklaim, semua aspirasi yang mereka serap akan disampaikan kepada tim Presiden sebagai bahan evaluasi kebijakan pemerintah.
Agustini Rima, Koordinator Komunitas Melek Politik mengatakan, kegiatan ini digelar untuk mengetahui secara langsung bagaimana masyarakat menilai kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk sejauhmana program-program yang telah dicanangkan pemerintah memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga.
Menurut dia, evaluasi tidak cukup hanya didasarkan pada perencanaan dan pelaksanaan program di tingkat pemerintah. Pengalaman masyarakat sebagai penerima manfaat juga perlu menjadi pertimbangan dalam menilai efektivitas kebijakan.
“Kami ingin melihat bagaimana ketertarikan warga sekitar terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Kami ingin tahu apa yang ingin disampaikan masyarakat kepada Presiden terkait kinerja beliau selama dua tahun kepemimpinan,” ujar Agustini.
Dia mengatakan sejumlah program pemerintah yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), KDKMP, Sekolah Rakyat, serta program penguatan ekonomi desa yang dalam transkrip disebut sebagai Kopdes.
Program-program tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemandirian ekonomi. Namun, pelaksanaan program berskala besar tetap membutuhkan evaluasi agar berbagai persoalan di lapangan dapat diidentifikasi dan diperbaiki.
“Kami ingin mengetahui apakah program-program yang sudah dicanangkan Presiden benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kami juga ingin mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki agar program-program tersebut dapat berjalan lebih baik,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak dimaksudkan semata-mata untuk menghimpun pandangan yang mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Komunitas Melek Politik juga membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki kritik terhadap kebijakan maupun pelaksanaan program pemerintah.
Aspirasi yang beragam diperlukan untuk memperoleh gambaran lebih utuh mengenai respons publik terhadap kebijakan pemerintah selama dua tahun terakhir.
Masyarakat perlu memiliki kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, keberatan, maupun saran perbaikan tanpa dibatasi perbedaan pandangan politik. “Justru itu yang ingin kita lihat. Kami tidak hanya ingin menyasar orang-orang yang pro-pemerintah. Kami juga ingin melihat apakah masyarakat merasakan dampak dari program tersebut, termasuk saran dan kritik yang perlu ditampung,” kata Agustini.
Komunitas Melek Politik berencana mengompilasi berbagai masukan yang terkumpul untuk kemudian disampaikan kepada tim Presiden Prabowo Subianto dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam mengevaluasi program yang sedang berjalan sekaligus menyusun perbaikan ke depan.
Meski demikian, efektivitas kegiatan tersebut nantinya juga bergantung pada tindak lanjut atas aspirasi yang telah dihimpun, termasuk apakah masukan masyarakat dapat diteruskan kepada pihak terkait dan menjadi pertimbangan dalam perbaikan kebijakan.
Selain menghimpun aspirasi, Komunitas Melek Politik juga menginisiasi gerakan pembagian buku gratis kepada masyarakat sebagai upaya memperluas akses literasi politik dan wawasan kebangsaan lewat dua buku bertajuk “Presiden Solusi” dan “Strategi Transformasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”
Penulis: Junaidi P.Hasibuan