Indonesia Diserang  Imperialisme Elit Global; “Tidak Senang Kebijakan Pemerintah Menjalankan Konsep Mandiri Energi”

waktu baca 3 menit
Rabu, 21 Okt 2026 23:32 16 Suara Netizen

Suaranetizennews,–Para Elit Global atau Iluminati  tidaklah senang jika Pemerintah Indonesia mengambil langkah maju menguatkan  pondasi ekonomi dan menjalankan konsep mandiri energi.

Termasuk keikut sertaan Indonesia di BRICS; sebuah organisasi antar pemerintah negara-negara yang terdiri dari negara berkembang utama.

banner 600x600

Nah, kehadiran Indonesia di BRICS adalah bagian dari langkah pemerintah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap dominasi Dolar US  atau dedolarisasi dalam neraca perdagangan Indonesia.

Nah, hal inilah yang kemudian membuat para elit global meradang. Jika kita mengamati dengan seksama, inilah benang merah yang memantik hancurnya IHSG di pasar modal dalam negeri dalam sepekan terakhir.

MSCI yang nota bene penguasa yang dapat menggoreng-goreng saham dipasar modal negara-negara berkembang, adalah dalang dan biang keladi sesungguhnya,  hancurnya IHSG dalam dua pekan terakhir.

Tujuannya, jika tak bisa menguasai kepemilikan izin konsesi pertambangan Indonesia, MSCI yang merupakan antek-antek  para elit global ingin menguasai pasar saham perusahaan energi yang akan mengeruk kekayaan alam kita.

Mungkin itulah sebabnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia sedang diserang dengan keras melalui berbagai jalur, karena peluang kita sebagai negara yang akan semakin kuat dan maju, semakin terbuka.

Menanggapi ulah MSCI, nyali presiden kita justru pantang surut. Presiden Prabowo Subianto terang-terangan mengatakan Indonesia  ditakut-takuti oleh penyedia indeks pasar saham asal Amerika Serikat (AS), Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Dengan tegas Prabowo menekankan kepada MSCI, bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah takut terhadap siapapun. Prabowo bahkan dengan lantang menegaskan, pemerintah tidak pernah gentar menghadapi MSCI.

“Kesulitan kita masih banyak, gangguan masih banyak, kita terus diadang, ada apa itu? Macam-macam lah. MSCI macam-macam. Dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapapun, dan tidak akan gentar,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan para menteri yang hadir pada saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Presiden Prabowo kembali mengungkapkan, bahwa kondosi ekomomi kita sedang diserang habis-habisan.

“Saudara-saudara, kita diserang bangsa Indonesia selalu kalau bangkit bangsa Indonesia diserang dengan keras,” kata Prabowo.

“Karena sesungguhnya sangat tidak berkenan berdirinya bangsa Indonesia bagi bangsa bangsa tertentu di dunia ini. Dari sejak kita lahir kita diganggu,” tegasnya.

Menurut Prabowo, ini disebabkan oleh Indonesia yang sangat kaya sumber daya alam (SDA). Jika SDA tersebut mampu dikelola dengan baik, maka potensi Indonesia emas makin terbuka lebar.

“Nusantara ini sangat-sangat kaya, kekayaan kita, telah dirampok bertahun-tahun, ratusan tahun saya sudah buktikan ke saudara-saudara dan bukan sekarang tidak perlu ulangi lagi data-data sejarah, membenarkan bahwa nusantara kita ini selalu menjadi sasaran, sasaran kekuatan-kekuatan negara-negara yang ingin mengambil kekayaan kita,” paparnya.

Prabowo menegaskan, langkah yang diambil dalam dua tahun jabatannya demi kepentingan rakyat. Menurutnya pemerintah tidak boleh terlalu naif menghadapi situasi ini, bahkan hanya ingin menyenangkan pihak lain.

“Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan menghadapi kenyataan, yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Apabila hanya meneruskan sistem lama, Prabowo mengungkapkan kekayaan Indonesia tidak akan pernah dirasakan oleh masyarakat sendiri.

“Bangsa kita ditipu, rakyat kita ditipu, pemerintah kita ditipu, para ahli hukum para ahli pidana, akan membenarkan, coba apakah ada pemimpin politik atau ahli hukum yang akan berdiri dan mengatakan bahwa penyelundupan itu bukan pelanggaran,” pungkasnya.

Penulis: Junaidi P.Hasibuan

LAINNYA
error: Content is protected !!