Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Dorong APBN  Lindungi Rakyat

waktu baca 2 menit
Sabtu, 24 Okt 2026 09:52 6 Suara Netizen

Suaranetizennews,–Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 dengan tetap menjaga disiplin fiskal. Dalam APBN 2027, belanja negara dialokasikan Rp4.106,3 triliun, sedangkan defisit anggaran dipatok Rp671,2 triliun atau 2,4 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, APBN selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga stabilitas fiskal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

banner 600x600

“APBN hadir untuk memastikan prioritas pembangunan pemerintah dapat berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Suahasil dikutip Sabtu, 24 Oktober 2026.

Menurut Suahasil, komitmen tersebut tercermin dari alokasi belanja untuk berbagai program prioritas, mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, hingga penguatan produktivitas masyarakat.

Di sektor pendidikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat hingga 31 Agustus 2026. Pemerintah juga memperluas program Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, revitalisasi sekolah dan madrasah, serta digitalisasi pembelajaran.

Sementara di bidang kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 70,3 juta penduduk pada 2025 dan 99,1 juta penduduk hingga September 2026. APBN juga mendukung renovasi 10.000 puskesmas serta pembangunan dan pemenuhan fasilitas rumah sakit umum daerah (RSUD) di berbagai wilayah.

Memasuki tahun ketiga pemerintahan Prabowo, Menkeu memastikan APBN tetap menjadi instrumen utama untuk mendukung program prioritas dan mencapai target pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, kebijakan fiskal akan diarahkan pada penguatan investasi, peningkatan aktivitas produksi dan ekspor, penciptaan lapangan kerja formal, serta peningkatan daya saing nasional.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa dorongan pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan kredibilitas dan disiplin fiskal. Dalam APBN 2027, pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.435,1 triliun. Dengan belanja Rp4.106,3 triliun, defisit anggaran dipatok Rp671,2 triliun atau 2,4 persen PDB.

“Ke depan, APBN harus semakin optimal. Kita ingin APBN tetap sehat dan kredibel, tetapi pada saat yang sama mampu memberikan dorongan yang cukup kuat terhadap pertumbuhan. Jadi, disiplin fiskal dan pertumbuhan bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya harus berjalan bersama,” kata Suahasil.

Ia menambahkan, pencapaian target pertumbuhan tidak hanya mengandalkan belanja pemerintah. Pemerintah juga akan memperkuat sinergi dengan sektor swasta dan Danantara untuk meningkatkan investasi, memperluas kapasitas produksi, mendorong hilirisasi, serta menciptakan lapangan kerja.

Pemerintah sebelumnya menyebut pertumbuhan investasi sekitar 7 persen diperlukan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.

“Tagline yang selalu saya gaungkan selama dua tahun terakhir, APBN menumbuhkan, APBN melindungi dan APBN yang kredibel,” pungkasnya.

Penulis: Junaidi P.Hasibuan

LAINNYA
error: Content is protected !!