Cuaca Tidak Menentu, Basarnas Siapkan Dua Opsi Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500

waktu baca 1 menit
Senin, 19 Jan 2026 08:37 86 Suara Netizen

Suaranetizennews – Proses evakuasi korban tragedy pesawat ATR 42-500 di bukit Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep Sulawesi Selatan, dengan melibatkan banyak pihak terus berlanjut. Dalam hal ini  Basarnas mempersiapkan dua opsi evakuasi untuk operasi SAR lanjutan, dengan mpertimbangkan kondisi cuaca di lapangan.

Menurut Kepala Basarnas Mohammad Syafii, evakuasi direncanakan melalui jalur udara atau darat tergantung situasi di lokasi kejadian. “Opsi evakuasi besok pagi Senin, 19 Januari 2026 adalah evakuasi dengan jalur udara. Helikopter Caracal akan mencoba mendarat di puncak untuk melakukan evakuasi menggunakan metode hoist. Apabila kondisi tidak memungkinkan dengan jalur udara, maka evakuasi akan dilakukan melalui jalur darat oleh tim SAR gabungan,” jelasnya.

banner 600x600

Selain fokus pada evakuasi korban, Basarnas juga berencana untuk mengangkat sejumlah bagian pesawat guna mendukung proses investigasi kecelakaan udara. Menurut Syafii, langkah ini penting untuk penyelidikan yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Evakuasi dilakukan tidak hanya terhadap penumpang, tetapi juga terhadap body part pesawat yang diperlukan untuk kepentingan investigasi oleh KNKT,” tambahnya.

Operasi SAR melibatkan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur potensi SAR dan relawan dengan dukungan peralatan darat, udara, dan teknologi komunikasi lapangan. Basarnas memastikan pemantauan cuaca dilakukan secara ketat guna menjamin keselamatan seluruh personel selama operasi berlangsung.

Ruli Harahap

LAINNYA
error: Content is protected !!