Caption: Inspektur Jenderal (Purn) Firman Santyabudi, Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan HSSE Holding BUMN Pertambangan MIND ID. Suaranetizennews,- Meski sudah memasuki usia pensiun di Kepolisian, namun pemikiran dan integritasnya ternyata masih sangat dibutuhkan oleh negara.
Dia adalah Inspektur Jenderal (Purn) Firman Santyabudi. Berdasarkan Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), mantan Kakorlantas Polri ini diangkat menjadi Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan HSSE, menggantikan Nur Hidayat Udin.

Firman Santyabudi berada dalam sembilan nama baru yang masuk jajaran direksi dan komisaris Holding pertambangan BUMN, Mining Industry Indonesia (MIND ID). Pengangkatan itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa lalu 10/06/ 2025.
Mengulik profil perjalanan karirnya, pria sederhana yang penuh wibawa ini, merupakan putra dari Wakil Presiden (Wapres) ke-6 Indonesia Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Dia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1988.
Sebelum bergabung dengan perusahaan BUMN MIND ID, pria kelahiran 17 November 1965 ini dipercaya Kapolri menjabat sebagai Kepala Korps Lalu Lintas Polri pada tahun 2021 hingga tahun 2023.
Sebelumnya, dia juga sempat menjabat sebagai Asisten Logistik Kapolri dan Kepala Kepolisian Daerah Jambi. Dalam catatan Suaranetizennews, Firman tercatat pernah menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan pada tahun 2009.
Tahun 2011 Firman diangkat menjadi Dirlantas Polda Sumsel, lalu menjadi Analis Kebijakan Gakkum Korlantas Polri pada 2012. Firman juga tercatat pernah menjabat Kapolda Jambi pada awal tahun 2020 dan Aslog Kapolri di akhir tahun 2020.
Jauh sebelumnya, Firman memulai karier sebagai Kaurbinopsnal Satreskrim Polres Bogor Polda Jawa Barat. Pada tahun 1991, Firman ditugaskan sebagai Gadik Muda di Pusdik Lantas Lemdiklat Polri, menandai awal keterlibatannya dalam bidang lalu lintas yang menjadi spesialisasinya.
Kemudian pria kelahiran Jakarta ini menduduki berbagai posisi strategis di Kepolisian. Mulai dari kapolsek Metro Menteng pada 1997, Kasatlantas Polresta Banjarmasin Polda Kalimantan Selatan pada 2001, Wadirlantas Polda Metro Jaya dan Kepala SPN Lido, Polda Metro Jaya pada 2008.
Lalu Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kasubdit Jianmas Ditlantas Babinkam Polri, Dirlantas Polda Sumatera Selatan pada 2011, serta Analis Kebijakan Madya Bidang Korlantas Polri pada 2012.
Pernah juga sebagai Karodalaops Sops Polri pada 2013, Direktur Kerjasama dan Humas di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada 2024.
Bahkan dia juga pernah didapuk menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan PPATK pada 2017. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi dari 3 Februari 2020 hingga 16 November 2020, hingga Asisten Logistik Kapolri pada 16 November 2020.
Setelah pensiun dari Polri pada 2023, Firman meninggalkan jejak sebagai perwira tinggi yang berdedikasi dan berintegritas serta mencatatkan sejumlah kebijakan yang bermanfaat hingga saat ini.
Prestasi Gemilang
Selama menjabat Kakorlantas Polri, Firman dikenal banyak membuat inovasi di bidang lalulintas sebagai spesialisasinya.
Kolaborasinya bersama Direktur Utama Jasa Raharja telah berhasil menciptakan beberapa kebijakan terkait keselamatan lalu lintas di tanah air.
Firman tercatat berhasil menciptakan transformasi dan pengambilan kebijakan yang dinilai memiliki dampak yang sangat dirasakan masyarakat maupun jajaran Ditlantas Polda.
Adapun sejumlah kebijakan yang berhasil dimplementasikan, pada saat Firman menjabat Kakorlantas Polri, diantaranya:
• Rekonsiliasi data kendaraan bermotor yang berdampak pada diketahuinya tingkat kepatuhan masyarakat yang relatif masih rendah, serta data yang belum tersentralisasi secara nasional.
• Penguatan Tim Pembina Samsat. Meskipun sudah dibentuk oleh Perpres No. 5 Tahun 2015, tetapi fungsi kerja lembaga, bahkan logo baru, disahkan di masa kepemimpinan Firman. Hal itu pula yang membuat pertumbuhan pembayaran pajak di tahun 2022 tumbuh signifikan.
• Penegakan hukum melalui implementasi UU 22 Tahun 2009, terutama pasal 74 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
• Digitalisasi terhadap laporan laka/IRSMS (Integrated Road Safety Management System) yang telah terimplementasi 100% di seluruh Polda. Sehingga, praktis tidak perlu adanya rekonsiliasi data terhadap Polri dan Jasa Raharja terkait jumlah laka.
• Perubahan plat nomor putih sebagai dasar penertiban pajak kendaraan dan pengkinian data. Perubahan ini memudahkan identifikasi bahwa yang belum berplat putih, belum melakukan pembayaran pajak dan melakukan pengkinian data.
• Interkoneksi data kendaraan dalam verifikasi pelaksanaan ETLE.
Jejak keberhasilan Firman diyakini telah menciptakan dampak positif yang nyata dalam menjaga keselamatan dan ketertiban masyarakat Indonesia.
Keberhasilan Firman juga tidak lepas dari kepiawaian dalam membangun komunikasi yang baik dengan para awak media massa. Hal tersebut tentu menjadi penting dalam rangka mensosialisasikan program-program yang berdampak baik bagi masyarakat dan negara.
Kini, tentunya publik juga menunggu integritas dan inovasinya di BUMN Pertambangan MIND ID. Sebab, sektor pertambangan, masih menjadi ladang cuan bagi konglomerat, belum mensejahterakan rakyat Indonesia.
(JunHsb)