Caption: Presiden RI Prabowo Subianto bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron sedang berbincang dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta. Suaranetizennews,- Presiden Prabowo adalah presiden kedelapan RI. Dalam filosifi tengadahkan tangan diatas ketika berdoa, Presiden Prabowo berada di jari kedelapan tangan kanan. Jari kedelapan adalah jari paling tinggi derajatnya, ketimbang jari yang lain. Sebab, ketika tangan dikepalkan, maka tulang kepalan tangan jari kedelapanlah yang paling menonjol, tulang yang paling terdepen ketika tangan digunakan menonjok sesuatu.
Urutan jari dalam filosofi tangan berdoa telah memperlihatkan gambaran yang nyata tentang kepemimpinan Presiden RI, mulai dari presiden pertama hingga ke presiden ketujuh Jokowi.
Presiden Soekarno adalah presiden pertama. Jari jempol memberi gambaran, betapa jempolnya keberanian Presiden Soekarno, membacakan teks proklamasi kemerdekaan negara kita.
Presiden kedua RI, Jenderal Soeharto adalah presiden yang berani menunjukan arah pembangunan Indonesia selama 32 tahun, melalui program Repelita, sesuai fungsi jari telunjuk.
Tidaklah elok jika menceritakan gambaran kemajuan Indonesia, jika dianalogikan sesauai dengan fungsi jari kita, kepada presiden selanjutnya.
Presiden Ketiga BJ.Habibi (jari ketiga), Presiden Keempat Gusdur(jari keempat), Presiden Kelima Megawati ( jari kelingking), Presiden SBY (jari kelingking kanan).
Presiden ketujuh Jokowi, sesuai posisi jari ketujuh tangan kanan, hampir tidak memiliki fungsi apa-apa dalam kehidupan kita.
Realitas ini terlihat, ketika Presiden Keenam SBY berhasil meningkatkan angka indeks demokrasi dan mampu menaikan pertumbuhan ekonomi, dengan angka rata-rata 7,8 persen selama 10 tahun, pada era Presiden Jokowi, angka pertumbuhan ekonomi justru jeblok dan mentok di angka rata-rata 5,2 persen selama 10 Tahun.
Realitas penurunan angka indeks demokrasi Indonesia, berbanding terbalik dengan angka korupsi yang merajalela di jaman Presiden Jokowi.
Pengamat Politik dari Australia National University (ANU), Dr Eve Warburton, menilai bahwa demokrasi Indonesia di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalami kemunduran besar. Dia juga mengatakan, Jokowi adalah presiden yang paling lemah dalam karakter dan pengetahuan global memajukan Indonesia.
Kembali ke topik tentang posisi Presiden Prabowo sesuai fungsi jari kedelapan, jari yang paling kuat dan tertinggi derajatnya.
Sebagai Presiden kedelapan, tentunya rakyat Indonesia senantiasa mendoakan seraya berharap agar Presiden Prabowo menjadi presiden terkuat. Prabowo diminta, tidak hanya jadi macan di podium pada saat berpidato, tapi juga menjadi macan dalam tindakan dan menepati janjinya mensejahterakan Rakyat Indonesia.
Presiden Prabowo paham betul, bahwa penyakit akut pejabat negara ini adalah korupsi yang membuat rakyat semakin sengsara.
Karena itu, Presiden Prabowo sudah memulai pertempuran dengan para koruptor, dengan mengandalkan Kejaksaan sebagai pengacara NKI, yang telah dikawal pasukan TNI setiap hari.
Disegani Pemimpin Negara Lain
Sejak dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dinilai telah berhasil membawa wajah baru dalam diplomasi internasional Indonesia.
Gaya kepemimpinannya yang tegas namun terbuka, serta pendekatan diplomasi yang bermartabat dan bebas aktif, disebut telah meningkatkan posisi Indonesia di kancah internasional.
Menurut Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, sejak kepemimpinan Presiden Prabowo, perhatian dan penghormatan dari para pemimpin negara lain terhadap Indonesia, terasa semakin besar.
“Sejak kepemimpinan Presiden Prabowo, terasa sekali pemimpin-pemimpin dunia memberikan atensi dan penghormatan lebih terhadap Indonesia,” ujar Dahnil lewat akun X miliknya, Kamis 29 Mei 2025.
Menurut Dahnil yang cukup lama dipercaya sebagai Jurubicara Prabowo, Presiden kedelapan itu telah membawa angin segar dalam cara Dan gaya Pemerintah Indonesia ketika berkomunikasi dan bernegosiasi di level internasional.
“Presiden Prabowo yang mampu membangun diplomasi bermartabat dan bebas aktif, tentunya untuk kepentingan nasional dan perdamaian dunia,” jelasnya.
Dahnil menambahkan, bahwa gaya Prabowo dalam menyambut para pemimpin dunia kerap meninggalkan kesan mendalam. Sambutan yang diberikan selalu personal, hangat, namun tetap mencerminkan martabat bangsa.
Hal ini dinilai Dahnil, berbanding lurus ketika Prabowo melakukan kunjungan ke luar negeri. Ia selalu disambut dengan kehormatan tinggi dan suasana khas yang menunjukkan respek mendalam dari negara mitra.
“Presiden memberikan sambutan yang khas kepada para tamunya, dan akhirnya beliau selalu disambut dengan penuh penghormatan yang khas pula, ketika berkunjung ke negara lain,” pungkasnya.
Pola diplomasi ala Presiden Prabowo dalam pandangan Dahnil, telah menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya hadir sebagai negara besar secara geografis dan demografis, tetapi hadir sebagai negara yang mampu memainkan peran strategis dalam isu-isu global, termasuk perdamaian, stabilitas kawasan, dan pembangunan berkelanjutan.
Dirangkai;
Pemimpin Redaksi Suaranetizennews.com
-Junaidi P.Hasibuan
-Sejak Tahun 2001 Jurnalis/ Penulis di Sindo MNC Group.
-Lulusan IISIP Jakarta Tahun 2000.