Katalisator dan Arsitek Kekuatan Politik Besar Untuk Membangun Bangsa

waktu baca 5 menit
Senin, 11 Agu 2025 13:04 43 Suara Netizen

Suaranetizennews,- 10 tahun pemerintahan Jokowi telah menimbulkan polarisasi dan faksionalisme  yang parah. Sudah begitu, pertumbuhan ekonomi hanya stagnan di kisaran 5 koma 2 digit. Padahal untuk menjadi negara maju, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa harus menyentuh angka 7-8 koma.

Bangsa besar adalah bangsa yang mau belajar dari sejarah. Kalimat ini bukan sekali dua kali disebutkan Presiden Prabowo. Nah, belajar dari pemerintahan sebelumnya, Presiden Prabowo melihat bahwa polarisasi tidak lagi relevan dalam mewujudkan agenda besar untuk mensejahterakan rakyat dan membangun bangsa Indonesia saat ini.

Menurut Pengamat Politik Selamat Ginting, politik tidaklah melulu soal kekuasaan. Politik sejatinya bagaimana merangkul semua golongan/kalangan untuk bersama-sama membangun bangsa ini dari ketertinggalan. Stabilitas politik dan keamanan menjadi kata kunci keberhasilan pembangunan bangsa.

Boleh jadi filosofi politik inilah yang diinstal Presiden Prabowo Subianto saat ini.

Sebagai Ketua Harian Partai Gerindra, dus menjadi Wakil Ketua DPR RI, Profesor Sufmi Dasco Ahmad tampil wise dalam memainkan peran sentral filosofi politik merangkul semua golongan tadi. Dalam berbagai momen, Prof Dasco dipercaya melakoni peran kunci dalam merancang dan mengeksekusi berbagai masalah perbedaan kepentingan politik yang menjadi kontraversi dimata publik.

Sebut saja kilas balik pada rekonsiliasi nasional pasca-Pilpres 2019, hingga pembentukan koalisi besar pada Pilpres 2024. Diketahui, dari berbagai sumber Prof Dasco adalah mistermindnya.

Terbaru, pada momen pemberian amnesti dan abolisi Presiden Prabowo kepada Tom Lembong dan Hasto Kristianto. Rangkaian perjalanan pemberian dua produk hukum legal presiden tersebut bukanlah tiba-tiba. Big data percakapan di medsos menunjukan, 80 persen netizen Indonesia mendukung pembebasan Hasto dan Tom Lembong dari jeratan hukum yang syarat dengan pesanan politik akal bulus penguasa masa lalu.

Boleh jadi big data percakapan netizen Indonesia inilah yang menjadi pertimbangan  bagi Prof. Dasco yang pada akhirnya, dia bukan hanya sekadar juru runding, tetapi telah menjadi katalisator  yang menjembatani dua dukungan politik yang berbeda pada Pilpres 2024 lalu.

Wahasil, keputusan bijak berupa Amnesti dan abolisi Presiden Prabowo tersebut, ternyata  disambut tepuk tangan dukungan yang besar dari netizen Indonesia.

Sebagai Wakil Ketua DPR RI, Prof.Dasco memimpin jalannya  proses legislasi Amnesti dan Abolisi di Gedung DPR RI Senayan. Secara resmi dia menyampaikan kepada publik, bahwa DPR menyetujui usulan Presiden Prabowo tersebut.

Tak hanya disambut positif oleh netizen Indonesia, pemberian Amnesti dan Abolisi ini tentunya akan membuka jalan bersatunya  dua kubu politik yang bersebrangan pada Pilpres 2024, yakni Partai PDIP, dan kelompok pendukung Anies Baswedan.

Syahganda Nainggolan, tokoh senior aktivis yang paling sentral, mengakui bahwa kesuksesan amnesti dan abolisi ini tidak terlepas dari peran Prof Dasco. “Prof. Dasco telah menjadi motor penggerak pemulihan hubungan antar kelompok politik, sekaligus memperkuat basis dukungan pemerintahan Prabowo–Gibran, baik di parlemen maupun di tengah masyarakat,”ujar Syahganda di sebuah acara stasiun televisi swasta.

Sangatlah benar apa kata  GusDur Presiden ke 4 RI, bahwa pemimpin yang paling iklas di negeri ini adalah Prabowo Subianto.  Meski kalah dalam 4 kali kontestasi Pilpres yang disebabkan politik akal bulus yang bertentangan dengan akal sehat kita, setelah menjadi Presiden, Prabowo tetap merangkul semua kalangan, termasuk merangkul orang yang permah menzoliminya pada masa Orde Baru.

Sikap ini mempertegas bahwa Presiden Prabowo, tidak hanya ikhlas, dia bahkan telah menunjukkan ketangguhan dan kedewasaannya dalam berpolitik. Karena itulah dia memilih merangkul seluruh elemen bangsa dalam upaya membangun masa depan Indonesia.

Kembali pada peran Prof. Dasco. Dia adalah arsitek kebijakan politik yang menjunjung tinggi azas kebersamaan, dengan menyatukan simpul-simpul perpecahan, agar menjadi kekuatan politik nasional yang besar dan solid.

Menjaga Stabilitas Politik Di Senayan

Di Gedung DPR RI Senayan, peran Prof.Dasco tak kalah pentingnya. Testimoni itu datang dari anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat Andi Muzakkir Aqil.

Andi mengatakan, Prof Dasco secara presisi mampu  dalam mengawal arah kebijakan dan stabilitas politik nasional. Dia juga menyebut kepiawaian Prof.Dasco memainkan peran strategis dalam dinamika politik di parlemen.

Menurut politisi dari Partai Demokrat ini, Prof.Dasco memiliki gaya kepemimpinan atau leadership dan kemampuan komunikasi yang baik.

“Sufmi Dasco Ahmad memainkan peran strategis dalam dinamika politik di parlemen. Leadership, gaya politik, dan kemampuan komunikasi yang baik, membuat dia piawai mengawal arah kebijakan dan stabilitas politik,,”ujar pria yang akrab disapa Bang Andis ini.

Sebagai unsur pimpinan di DPR, Prof. Dasco diketahui mengemban tugas sebagai Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam). “Karena itu, dia menjadi salah satu tulang punggung komunikasi Komisi I, Komisi II, dan Komisi III DPR RI,” kata Bang Andis ketika dihubungi Suaranetizennews, Senin 11/08/2025.

Menurut Bang Andis, Dasco juga dianggap berperan aktif dalam menjembatani kepentingan eksekutif maupun legislatif. “Kami mengerti, Dasco adalah orang kepercayaan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, Dasco acap kali berperan aktif menjembatani eksekutif dan legislatif,” katanya.

Kendati dianggap mampu mengawal kepentingan eksekutif di legislatif, Prof. Dasco tetap menjaga keseimbangan sebagai pengawas jalannya pemerintahan. “Dasco aktif mengawal kepentingan eksekutif di legislatif, meskipun dalam taraf tertentu dia berusaha tetap menyeimbangkan diri sebagai pengawas eksekutif,” ujar Andis.

Di Komisi III, Andis menambahkan, peran Dasco bersifat strategis-koordinatif. Kendati tak secara langsung menangani perihal teknis Komisi III, namun posisinya sebagai Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) dianggap penting dan strategis.

“Posisinya sebagai Korpolkam terasa sangat membantu. Terlebih karena koneksi Dasco luas dan kuat,” kata Andis.

“Pengaruh yang cukup kuat itu membuat arah dan agenda-agenda kerja Komisi III menjadi lancar, khususnya ketika berhadapan dengan isu-isu spesifik yang berdampak secara nasional.”

Sebagai Koordinator Komisi I, II dan III, menurut Andis, Dasco memastikan agenda legislasi dan pengawasan bidang politik dan keamanan berjalan dengan baik. “Bersama kami dari Fraksi Demokrat juga, Dasco menjaga sekaligus memastikan adanya integrasi kebijakan lintas komisi demi menghindari tumpang tindih atau konflik,”pungkasnya.
Pemimpin Redaksi
(JunHsb)

LAINNYA