Dua Kapal tanker Pertamina Indonesia tertahan akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Suaranetizennews,– Dua kapal tanker milik Pertamina hingga saat ini masih belum mendapat izin dari Iran untuk melintasi Selat Hormuz dan menuju tanah air.
Dkutip dari Antara, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa situasi di Selat Hormuz masih berada dalam kondisi tidak biasa, meskipun gencatan senjata telah disepakati oleh Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak awal April 2026.

Kawasan tersebut, lanjut Dubes Iran masih berada dalam sensitivitas tinggi akibat dinamika konflik sebelumnya, sehingga setiap aktivitas pelayaran harus melalui pengawasan ketat.
Boroujerdi menjelaskan bahwa setiap kapal yang melintas di Selat Hormuz wajib mematuhi protokol keamanan yang ditetapkan otoritas setempat.
Selain itu, kapal komersial juga harus menjalani proses negosiasi dengan pihak terkait, termasuk otoritas keamanan Iran.
“Seluruh proses harus melalui protokol tertentu dan melibatkan penjaga keamanan,” ujarnya.
Kementerian Luar Negeri RI mengumumkan, masih terdapat sejumlah kendala teknis yang menghambat pelayaran kedua kapal tersebut.
Juru Bicara II Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyampaikan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama, termasuk terkait asuransi dan kesiapan kru.
“Pemerintah Indonesia saat ini terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar RI di Teheran dan otoritas Iran, untuk memastikan kelancaran proses pelayaran,”kata Sugiono.
Cari Alternatif Pasokan BBM
Presiden Prabowo Subianto telah tiba di Moskow Rusia Senin 13/04/2026.
Menteri Luar Negeri Sugiono, mengatakan salah satu agenda Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.adalah membahas pencarian opsi pasokan minyak.
Sebelumnya, Prabowo sendiri menegaskan kegiatannya yang sering ke luar negeri bukanlah untuk bersenang-senang, melainkan demi kepentingan nasional.
“Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan keluar negeri. Saudara-saudara, saya ke Rusia untuk amankan demi kepentingan ekonomi nasional,” kata Prabowo.
Penulis: Junai