Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas Khusus atau Satgasus Darurat Jembatan. Suaranetizennews,- Anak-anak sekolah terlihat dalam beberapa video yang beredar, meminta secara langsung kepada Presiden Prabowo untuk membangun jembatan, lantaran setiap berangkat dan pulang sekolah pakaiannya selalu basah menyebrangi sungai.
Anak-anak yang masih bersekolah SD, SMP tersebut harus berangkat sekolah harus melewati jalan sesuai dengan kondisi alam, bahkan ada yang harus melawan derasnya sungai.

Melihat beberapa video itu, Presiden Prabowo yang dikenal mudah tersentuh hatinya, ketika mendengar penderitaan rakyat, mengaku sangatmiris. “Ketika pertumbuhan ekonomi RI bagus, justru masih ada para penerus bangsa yang meraih pendidikan dengan harus mempertaruhkan nyawa,”ujarnya dengan nada hiba.
Itulah sebabnya, sebagai kepala pengelola negara, Presiden Prabowo mengatakan pemerintah harus mengatasi hal ini dengan membangun jembatan melalui Satgas Khusus yang segera akan dia bentuk.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya, untuk membantu para siswa di daerah yang mengalami kesulitan dan bertaruh nyawa untuk menuju sekolah.
Berdasar catatan, ada sebanyak 300 ribu jembatan di Tanah Air yang perlu dibangun dan diperbaiki.
Terkait hal itu, Presiden Prabowo akan segera membentuk Satuan Tugas Khusus atau Satgas Darurat Jembatan dan meminta kepada Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk mengerahkan mahasiswa Teknik Sipil guna menjadi bagian Satgasus tersebut.
“Untuk mengatasi ini, saya bentuk suatu satgas khusus, satgas darurat jembatan. Dan saya minta Menteri Dikti untuk nanti mengerahkan semua mahasiswa tingkat 2, tingkat 4 dari teknik sipil untuk terjun ke desa-desa merancang dan membantu membuat jembatan-jembatan tersebut,” kata Prabowo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 di Jakarta, seperti dikutip Sabtu (29/11).
Tak hanya mahasiswa, Prabowo juga memerintahan kepada TNI-Polri untuk membantu mengerahkan pasukannya untuk menjadi bagian dari Satgasus Darurat Jembatan.
Prabowo menginginkan agar perbaikan dan pembangunan itu dilakukan dalam waktu sesingkat-singkatnya.
“Saya minta TNI dan Polri untuk juga kerahkan semua batalion zeni, semua batalion teritori pembangunan, semua kompi konstruksi dan kompi-kompi lain. Semua terjun, turun ke desa-desa tersebut, cari titik-titik, saya minta ini diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” jelas Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan bahwa tak mewajibkan adanya studi kelayakan atau feasibility study (FS) dalam pembangunan jembatan untuk anak sekolah itu.
Penulis:
Junaidi P.Hasibuan