Penampakan kecelakaan 5 mobil alami tabrakan beruntun pada malam tahun baru, di Jalan Letjen Soetopo, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Kamis malam pergantian tahun 2026. Suaranetizennews,- Jangan mengambil keputusan apapun ketika emosi Anda sedang tidak stabil. Termasuk dalam hal mengambil keputusan mengemudi kendaraan.
Menurut Anna Surti Ariani psikolog klinis, Emosi negatif dapat mempengaruhi kemampuan pengemudi dalam mengambil keputusan yang tepat di jalan.

Dalam keadaan emosi negatif dan tidak stabil, seorang pria berinisial AM di Tangerang Selatan bergegas mengambil kunci mobil dan mengemudikan kendaraannya.
Bener saja, kecelakaan efek krambol tidak terelakan. AM menambrak Toyota Rush di depannya yang menyebabkan 5 mobil alami tabrakan beruntun pada malam tahun baru, di Jalan Letjen Soetopo, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Kamis malam pukul 01.30 Wib.
“Mobil Grand Livina yang dikemudikan AM menabrak Toyota Rush di depannya,”ujar Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Danny Trisespianto Arief Sutarman dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (02/01/2026).
AKP Danny mengatakan, tabrakan itu diduga karena sopir tidak bisa konsentrasi saat menyetir akibat ribut dengan pacarnya. Akibatnya, ia kurang konsentrasi dan menabrak kendaraan lain.
“Jadi betul, semalam ada kejadian sekira pukul 01.40 dini hari ya. Kronologinya memang dari pengemudi Grand Livina atas nama inisialnya AM itu lagi mengendarai mobil dan memang mengakui bahwa dia kurang konsentrasi,” ungkap AKP Danny.
Danny menerangkan, kurang konsentrasi dikarenakan pertikaian kecil di dalam mobil antara dia dan pasangannya.
Danny mengatakan, akibat tabrakan beruntun ini, kelima mobil mengalami kerusakan, dan yang paling parah mobil milik AM.
“Yang rusak parah kalau kita lihat, paling parah sih yang nabrak awal ini yang Grand Livina ini. Yang lain hanya terdorong, penyok, tapi kondisi kendaraan masih bisa jalan,” kata Danny.
“Pertama Grand Livina, ini nabrak Toyota Rush. Kemudian, Toyota Rush nabrak depannya Daihatsu Sigra. Daihatsu Sigra nabrak depannya Pajero. Pajero nabrak depannya Pajero lagi,” lanjutnya.
Benturan kemudian berlanjut ke Daihatsu Sigra serta dua unit Mitsubishi Pajero berwarna hitam.
Nihil Alkohol dan Narkoba
AKP Danny memastikan, tidak ditemukan unsur ugal-ugalan maupun pengaruh alkohol dan narkoba dalam peristiwa tersebut. Polisi telah memeriksa rekaman CCTV serta melakukan tes urine dan tes kadar alkohol terhadap pengemudi.
Duketahui, AM bersama pacarnya sedang dalam perjalanan pulang selepas bepergian merayakan tahun baru.
“Kondisinya memang habis pergi, dia mau mengarah pulang. Jadi, dia dari arah Santa Ursula ke lampu merah Autopart itu. Jalanannya juga karena kan ada perbaikan jalan di tengah itu kan, jadi di lajur 1, lajur cepat sebelah paling kanan itu memang ada penyempitan. Jadi lajur yang dipakai itu lajur 2 dan lajur 3. Kemungkinan besar sudah ada pertikaian dari sana sehingga pengemudi ini kurang konsentrasi ngeliat ke depannya,” ungkap AKP Danny.
Beruntung, tidak ada korban luka ataupun jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian yang timbul akibat tabrakan beruntun ini ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta.
AKP Danny menyampaikan, insiden ini telah diselesaikan secara kekeluargaan, termasuk penyelesaian ganti rugi. Pihak penabrak awal, AM, bersedia untuk mengganti rugi semua kerusakan kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun.
“Semalam sudah ada kesepakatan damai antara semuanya. Saudara AM ini bersedia mengganti rugi seluruh kerugian yang diakibatkan oleh dirinya,”pungkasnya.
Penulis: Junaidi P.Hasibuan