Diduga Terlibat KDRT dan Pornografi, Pejabat Peruri Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya

waktu baca 5 menit
Rabu, 9 Jul 2025 17:41 151 Suara Netizen

Suaranetizennews,- Wanita paruh baya itu tak kuasa menahan air mata, ketika menceritakan pengalaman pahitnya bersama mantan suami berinisial PBS “Setiap kali saya harus menceritakan kisah tragis dengan mantan suami, tentu akan menggores hati karena seakan kejadian itu terulang kembali,”kata Bu ED dengan mata berkaca-kaca.

Kesedihan Ibu ED bermula ketika dia melangsungkan pernikahan dengan seorang pria berinisial PBS. PBS diketahui saat ini bekerja di PT Peruri dengan jabatan Kepala Divisi  Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang berkantor di Karawang, Jawa Barat.

Diceritakan oleh Bu ED, pernikahannya berlangsung seperti terburu-buru, lantaran PBS beragama non muslim. Demi memperoleh  surat izin pernikahan  yang  sah dan harus masuk rumah dinas, PBS pun masuk agama Islam.

Setelah menikah, bukannya kebahagiaan dan keharmonisan yang datang, justru keributan  yang sering dialami ED. Sebab, baik PBS maupun ED sama sama memiliki anak bawaan dari pernikahan sebelumnya. PBS memili dua anak laki-laki, ED memiliki  dua anak gadis.

AM anak laki-laki PBS sering berpura-pura pingsan, malas-malasan tidur selama dua hari dikamar. PBS dan ED sering ribut dikarenakan masalah anak PBS yang tidak patuh dan berperilaku melawan orang tua.

Keributan Bu ED dengan PBS bukan sebatas cekcok mulut. PBS diduga  melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT Psikis)

Selain itu, perilaku kelainan seks PBS, membuat ED tidak nyaman hidup satu rumah dengan PBS.
“PBS beberapa kali meminta dan membujuk saya berhubungan badan dengan pria lain dihadapan dia ( trisome), hal itu jelas tidak bisa diterima akal sehat saya,”ungkap ED.

Yang lebih kurang ajar lagi,  PBS sempat mengirim foto-foto tidak senonoh kepada anak gadis bawaan ED. “Sebagai ayah sambungnya seharusnya menjadi panutan bagi anak gadis saya, Yang membuat hati saya sedih, PBS malah berusaha menggoda anak gadis saya, dengan mengirim foto-foto tak senonoh kepada putri saya, mengetuk pintu kamar anak gadis saya utk meminta pijet juga, Perilakunya itu sangat menghancurkan hati saya sebagai seorang wanita yang menjadi istrinya,”ujarnya dengan air mata berlinang kepada Suaranetizennews.com baru-baru ini.

Merasa keselamatannya terancam, dikarenkaan keributan memuncak dng AM suka banting banting pintu rumah dan mengunci pintu hingga anak dari ED kesulitan masuk, Bu ED bersama dua anak gadisnya meninggalkan rumah Dinas PBS, yang beralamat di Kramat Pela, kebayoran baru perumahan Peruri Jakarta Selatan.

Setelah meninggalkan rumah, ED membuat tiga laporan pengaduan ke Polda Metro Jaya, yang melaporkan PBS sebagai mantan suaminya. Dalam laporan itu, PBS diduga telah melakukan KDRT  serta perbuatan tidak senonoh(pornografi) PBS kepada anak gadisnya yang dialaminya.

Pertama, bu ED melaporkan PBS ke Santra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya pada tanggal  15 November 2022. PBS dilaporkan  atas dugaan melakukan kekerasan psikis dan KDRT.

Sebelumnya, pada tanggal 8 November 2022, FD anak gadis ED melaporkan PBS ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan pornografi kepada anak gadisnya. ED juga bersama anak gadisnya melaporkan PBS atas dugaan intimidasi psikis dan kelainan seks, serta dugaan kasus Pornografi yang dilakukan PBS kepada anak gadis bawaan ED.

Namun sayangnya, Ibu ED sudah jatuh tertimpa tangga, dikarenakan lambannya pelayanan Kepolisian yang belum atau sama sekali tidak pernah memanggil terlapor. Pihak Polda Metro Jaya dikabarkan, telah melimpahkan dua laporan tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan.

– Upaya Persuasif Ke Peruri

Sebelum ke kantor kepolisian, Bu ED juga berupaya mencari keadilan dengan menghubungi pihak manajemen Peruri.

Dalam kronologis yang dia ceritakan, diantaranya Bu ED meminta bantuan kepada Bapak Ar ( tetangga sebelah rumah sesama karyawan peruri jabatan KADIV) melalui WA, Namun Ar tidak menghiraukan permasalahan Bu ED

Karena itulah kemudian Bu ED menghubungi Bu Gt ( karyawan peruri) untuk meminta bantuan ke FORUMSA ( wadah yg dibentuk peruri ketika terjadi perselisihan utk karyawan peruri).
“Saya diberikan nomor  telp orang FORUMSA, saat itu jabatannya Kasek. Namun lagi-lagi upaya itu tidak membuahkan hasil alias tidak ada lanjutannya.

Kemudian Bu ED juga berupaya menghubungi atasan mantan suaminya yang bernama bu Es (Jabatan KADIV), dengan harapan Bu ED bermaksud dimediasi. Namun hasilnya juga sama, tidak digubris.

Bu ED kemudian beberapa kali menemui Pak Dp (Sebagai RT di Kramat Pela, Jabatan KABIRO). Dia berusaha bercerita  kesulitannya, agar bisa masuk ke rumahnya untuk mengambil barang-barang milik pribadinya.  Namun karena dipersulit mantan suami, iapun tetap tidak bisa membantu.

Terakhir upaya  ED menemui Direktur Keuangan Peruri Bapak LF di rumah nya di Pasar Minggu, ditemani kuasa hukum untuk meminta bantuan dengan membawa beberapa alat bukti dan dititipkan ke security, atas perintah Pak LF melalui telp, dikarenakan saat itu beliau sedang berada di Bali tapi tetap tidak ada hasilnya.

Atas semua upaya yang dilakukan untuk menghubungi pihak Peruri, Bu ED mengaku sangat kecewa  kepada manajemen Peruri, lantaran tidak dihiraukan oleh siapapun yang ditemuinya. “Saya kecewa kepada pihak manajemen Peruri, karena tidak pernah mendapat tanggapan apapun, padahal maksudnya adalah, seyogyanya pihak manajemen Peruri bisa membantu, atau sebagai atasan, PBS bisa ditegur oleh atasannya,”pungkas Bu ED.

Menanggapi hal tersebut, sumber Suaranetizennews dari Peruri yang tidak bersedia disebutkan identitasnya, menyarankan agar ED mengirim surat kepada Kadiv SDM Peruri. Dengan adanya surat tersebut, sumber tersebut menyatakan Kadiv SDM Peruri akan mengadakan pertemuan dengan ED.

Sumber tersebut juga mengatakan, bahwa Kadiv SDM Peruri belum memberikan teguran kepada PBS, lantaran belum mengetahui permasalahan yang sebenarnya.

“Izin pak. Untuk disarankan mantan istri PBS agar berkirim surat ditujukan ke Kadiv SDM. Nanti akan difasilitasi,”ujarnya. (JunHsb, RH)

LAINNYA