Kasus Jaksa Azam Bukan Kasus Tunggal: FKMHJR Desak Bongkar Aktor Lain dan Tuntut Jaksa Agung Mundur

waktu baca 2 menit
Rabu, 16 Jul 2025 23:21 240 Suara Netizen

Suaranetizennews,- Forum Komunikasi Mahasiswa Hukum Jakarta Raya (FKMHJR) hari ini menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap merosotnya integritas lembaga penegak hukum. Mereka menyoroti bahwa kasus dugaan korupsi yang menjerat Jaksa Azam hanyalah puncak gunung es dari persoalan sistemik di tubuh kejaksaan.

“Kami menilai kasus Jaksa Azam bukanlah kasus tunggal. Indikasi kuat keterlibatan jaksa-jaksa lain yang namanya disebut dalam dakwaan harus diselidiki. Jika tidak, kami melihat adanya pembiaran oleh Jaksa Agung,” ujar Trypil Sapto, Koordinator Aksi FKMHJR.

banner 600x600

Aksi yang digelar didepan Gwdung Kejaksaan Agung tersebut sempat memanas lantaran massa melakukan pembakaran ban sebagai bentuk protes terhadap matinya integritas hukum. Aksi sempat diwarnai ketegangan dengan aparat kepolisian yang berusaha melarang pembakaran dan membubarkan massa. Namun, peserta aksi tetap bertahan dan menyampaikan aspirasi secara damai.

FKMHJR menilai Kejaksaan Agung gagal menunjukkan transparansi dan akuntabilitas, dan jika kondisi ini terus dibiarkan, maka krisis kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum akan semakin dalam dan berbahaya.

Tiga tuntutan utama FKMHJR dalam aksi ini adalah:

1. Segera periksa dan ungkap peran jaksa-jaksa lain yang namanya disebut dalam dakwaan kasus Jaksa Azam.

2. Lakukan bersih-bersih internal Kejaksaan Agung secara menyeluruh untuk menghentikan praktik korup dan penyalahgunaan kewenangan.

3. Meminta Jaksa Agung untuk mundur karena dianggap gagal menjaga integritas institusi dan melakukan pembiaran terhadap pelanggaran hukum di internalnya.

Tak berhenti di aksi hari ini, FKMHJR juga mengumumkan rencana aksi lanjutan yang akan digelar dalam waktu dekat. Aksi tersebut akan kembali menyasar Gedung Kejaksaan Agung dan juga akan diperluas ke depan Istana Negara untuk meminta Presiden RI segera mencopot Jaksa Agung yang dianggap telah gagal menjalankan amanat reformasi hukum.

“Kami akan terus bergerak. Jika Kejaksaan dan Presiden tetap bungkam, maka gelombang perlawanan ini akan kami perluas. Ini bukan sekadar aksi mahasiswa, ini adalah perjuangan untuk menyelamatkan masa depan hukum Indonesia,” tutup Trypil.(RL)

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Koordinator Aksi: Trypil Sapto
HP: 0877 8032 6313

LAINNYA
error: Content is protected !!