Caption: May Day 2025 di lapangan Monas hari ini Kamis 01/05/2025. SUARANETIZENNEWS – May Day selalu identik dengan aksi unjuk rasa. Ribuan buruh biasanya turun ke jalanan menuntut kesejahteraan dan berteriak memanggil nama sang presiden. “Hai Jokowi, dimana hati nuranimu, UMR tidak sesuai kebutuhan, kami para buruh masih banyak yang jatuh miskin, padahal kami bekerja setiap hari,”kata Iqbal sang orator unjuk rasa pada May Day pada tahun 2023 lalu.
Namun May Day hari ini di Lapangan Monas terasa begitu spesial. Sebab, Presiden Prabowo Subianto telah hadir di hadapan ribuan para buruh. Mereka tidak perlu konvoi, berunjuk rasa, berorasi, berteriak menuntut kesejahteraan kepada Presiden Prabowo.
May Day hari ini justru diwarnai tepuk tangan dan teriakan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto. “Hidup Prabowo, Hidup Prabowo,” demikian gemuruh suara ribuan buruh di Monas hari ini.
Demikian hasil pantauan Suaranetizennews, menyaksikan suasana May Day yang dihadiri Ribuan buruh dari berbagai daerah memadati kawasan Monas, Jakarta pada hari ini Kamis 01/05/2025.
Terlebih May Day kali ini lebih spesial lantaran tak hanya dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, namun juga dihadiri para menteri dan pimpinan Wakil Rakyat DPR dan MPR RI.
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para buruh dalam membangun bangsa.
Pebowo secara tegas menyatakan sudah menyiapkan kado istimewa bagi jutaan buruh di tanah air, yakni akan membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh, yang bertugas mengkaji dan memperjuangkan peningkatan kesejahteraan para buruh.
“Saya ingin memberi hadiah kepada kaum buruh pada hari ini. Saya akan membentuk segera Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional yang akan terdiri dari semua tokoh-tokoh pimpinan buruh seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk mencari formula yang layak untuk menghapus tenaga kerja outsourcing secepat mungkin.
Setelah pidato Presiden, suasana berubah menjadi lebih semarak dengan penampilan grup musik Wali yang menghibur peserta aksi. Lagu-lagu populer mereka membuat ribuan buruh bergembira, bernyanyi, dan menari bersama.
Acara May Day 2025 ditutup dengan damai. Para buruh kemudian membubarkan diri dengan tertib, meninggalkan Monas dalam suasana kondusif. (JunHsb)