Terima Audiensi DKJ, Suhud Soroti Rumitnya Tata Kelola TIM

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Okt 2026 08:50 1 Suara Netizen

Suaranetizennews – Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Suhud Alynudin menerima audiensi jajaran pengurus Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) periode 2026-2029 dalam rangka silaturahmi kelembagaan dan pemaparan arah program kerja. Termasuk menyoroti rumitnya birokrasi dan tata kelola Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan tersebut, Suhud Alynudin menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus memerhatikan secara serius keluhan para seniman terkait sulitnya mengakses fasilitas di TIM. Menurut Suhud, salah satu kendala utamanya adalah tumpang tindihnya pengelolaan TIM antara PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Unit Pengelola Kawasan (UPK), dan DKJ. Hal itu berdampak langsung pada tingginya biaya sewa yang membebani para pelaku seni. “Masalah tata kelola ini perlu dipastikan dan diperjelas keberlanjutannya agar TIM dapat berfungsi secara optimal sebagai wadah kesenian,” tegas Suhud di Gedung DPRD DKI Jakarta.

banner 600x600

Untuk itu, Suhud meminta Pemprov DKI Jakarta agar mengevaluasi secara menyeluruh terkait pengelolaan TIM. Tentu hal itu perlu diperjelas kepastiannya dibawah Jakpro, Dinas Kebudayaan, atau dikelola sepenuhnya oleh DKJ. “Harus ada kepastian mengenai tata kelola TIM agar pengelolaannya lebih baik dan seniman memiliki kebebasan memanfaatkan kawasan TIM secara maksimal, sekaligus menjadikan Jakarta sebagai pusat kegiatan seni internasional,” tambahnya.

Dengan begitu, Suhud mengimbau agar pengurus baru DKJ terus optimistis menjadikan Jakarta sebagai poros seni dan budaya di kancah internasional. Tentunya dengan menjaga visi besar dan proaktif merangkul berbagai pihak untuk berkolaborasi , khususnya dalam bidang seni dan budaya. “Tetap berupaya merangkul berbagai pihak untuk berkolaborasi agar kegiatan kesenian terus berlangsung di tengah berbagai keterbatasan yang ada,” jelas Suhud.

Sementara itu, Ketua DKJ periode 2026-2029 Dewi Umaya berharap, dukungan DPRD DKI Jakarta dapat mempermudah langkah DKJ dalam mewujudkan Jakarta sebagai poros kesenian dan kebudayaan. Khususnya di Asia Tenggara. Dewi menjelaskan, arah program kerja DKJ mendatang akan berpusat pada penguatan ekosistem seni dan budaya sebagai instrumen pembangunan karakter masyarakat. “Fokus kami adalah penguatan ekosistem kebudayaan dan kesenian, karena hal ini sangat krusial bagi pembangunan karakter manusia. Seni dan budaya adalah salah satu sarana terbaik untuk melatih daya tahan (resilience) masyarakat di tengah tantangan saat ini,” pungkas Dewi.

Ruli Harahap

LAINNYA
error: Content is protected !!